RSS

Sendal Arvind

IMG_20140514_141120

Arvind itu  kalo pakai sandal suka beda model yang kiri dengan yang kanan. Kadang dia ga mau pakai sandal yang sama kiri dan kanannya.

Orang yang lihat akan bilang “Arvind salah tu pake sendalnya. Masak kiri sama kanan beda”.

Aku sendiri merasa ga ada yang salah dengan cara Arvind pakai sandal. Soalnya sandal kiri di kaki kiri, sandal kanan di kaki kanan. Apa ada yang mengharuskan kita pakai sandal kiri dan kanan sama model ? Kalo beda terus di bilang gila gitu ? Bukankah itu hanya kebiasaan kita aja? Joger aja bikin sandal kiri dan kanan beda ya orang mau aja beli.

Buat Arvind juga merasa ga ada yang salah dengan seleranya memadupadankan sandal kesukaannya. Seperti mamanya yang suka memadupadankan baju dan celananya Arvind yang kadang tidak dengan pasangannya. Mungkin Arvind juga berfikir begitu. Yang penting baju di badan, celana di kaki. Ga harus dengan setelannya. Sendal juga begitu. Yang penting sandal kiri di kaki kiri, sandal kanan di kaki kanan.

Walaupun kadang ngelihatnya lucu dan aneh, tapi aku akan membiarkan saja dia pakai sandal suka-suka dia. Aku ga mau membatasi imajinasi dan kreatifitasnya.

Kebiasaan-kebiasaan yang kita lakukan setiap hari kadang membuat kita merasa sesuatu hanya punya satu view. Coba saja kalau kita nemenin anak kita mewarnai. Secara otomatis, kita akan mengambil krayon hijau untuk mewarnai pohon. Krayon biru untuk mewarnai langit. Padahal langit ga selalu biru dan pohon ga selalu hijau. Langit kalo lagi mendung warnanya abu-abu, kalo lagi mau magrib warnanya oren kemerahan. Pohon juga banyak  yang warna-warni kayak pelangi. Jadi dengan memakai sandal beda model aku ingin dia juga tau ada banyak view untuk melihat sesuatu.

 
Leave a comment

Posted by on 14 May 2014 in Cerita Arvind

 

Tags: , , , , ,

Mainan Arvind

IMG_20140514_141551

Mainan Arvind di simpan dalam 3 container. Biar ga berantakan ke mana-mana, aku hanya mengizinkannya membuka satu container  tiap kali dia mau main. Kalo mau buka container lainnya, dia harus membereskan mainannya dulu, tutup, baru buka container yang lain. Biasanya dia ga mau, maunya buka semua. Tapi mamanya keukeuh,  ga terima nego. Buka satu aja, kalo mau buka yang lain, yang ini di beresin dulu. Begitu yang selalu ku katakan ke arvind. Alhamdulilah dia nurut, Satu container biru di buka, di tumpahkan isinya. Mobil-mobilan, kereta, bola, dan macam-macam lainnya berserakan di lantai. Arvind main dengan gembira.

Kemarin seperti biasa, dia minta mainan di kontainernya. Tidak seperti biasanya yang kontainernya di tunggingkan sehingga mainannya tumpah dari wadahnya .kali ini dikeluarkan satu persatu mainannya dan dikumpulkan, di taruh di belakangku,  setelah itu dia tutup lalu wadahnya di taruh di pojokan, tempat awalnya di simpan.  Arvind lalu mendatangiku dan minta di buka container lainnya.”ma main yang itu ma” katanya menunjuk container yang merah.

Aku bilang “mainannya di beresin dulu. Baru main yang lain”

Kata Arvind dengan mata lugunya “mainannya abis”  sambil menunjuk container  yang  tadi dikosongkannya.  “Udah di tutup”

Jadi itu maksudnya. Mainannya dikumpulkan jadinya ga berantakan.  Lalu di sembunyikan  di belakangku. Ga keliatan kapal pecahnya kan. Bisa dibilang diberesin. Lalu wadahnya di tutup sesuai perintah. Dan di taruh ke tempatnya semula. Sesuai perintah mamanya toh.

Aku tepok jidat. Anakku mencari celah dari kalimat perintah yang aku berikan. Tapi aku senang karena untuk mendapatkan keinginannya dia ga menggunakan  tangisan tapi menerjemahkan kalimat perintahku dengan kreatif.

Tapi tetep saja. Segitu masih belum bisa ngakalin mamanya. Jadi ku gendong  dia, sambil tersenyum aku kasih mainannya yang dia sembunyikan di belakangku dan bilang “ mainannya di beresin dulu. Di masukin ke dalam wadah. Nanti baru main yang lain”. No nego.

I love you anakku.

 
Leave a comment

Posted by on 14 May 2014 in Cerita Arvind

 

Tags: , ,

Main Air

IMG_20140514_142027

Awalnya aku hanya bersih-bersih teras. Karena ada tikus yang pipis dipojokan rak sandal. Maka aku harus bongkar semua barang di sudut teras itu, menggusurnya ke halaman dan mengguyur teras dengan dua ember air.

Melihat mamanya menyerok air dengan pel panjang, arvind kepengen bantu. Dia lalu meminta pel itu dan menyerok air yang ada di kakinya. Tongkat pel yang panjang dan berat membuat badan kecilnya kewalahan memegang pel itu. Tapi karena bisa main air maka dia berusaha sekuat tenaga untuk bisa menguasai pel  itu.

Ga lama kemudian helm mamanya jatuh kesenggol tongkat pel dalam upayanya menguasai tongkat pel itu. Kepalanya yang kecil celingukan mencari sumber suara gubrak barusan. Di lihatnya helm mamanya terkapar di tanah. Lalu dia bilang “ih helm mama jatuh”. Didekati helm itu, diperhatikan sebentar lalu berkutat lagi dengan tongkat pel.

Ga lama kemudian dia merasa capek. Diserahkan tongkat pel itu kembali. Lalu dia mainan air yang di ember. Aku ambilkan  toples kecil, gelas plastic kecil dan mangkuk plastic kecil. Lalu kami bermain tumpah-tumpahan. Air di isi penuh ke  toples lalu dituang ke gelas kecil. Ketika airnya tumpah, Arvind bilang “yaaah tumpah”.Wajahnya kelihatan kaget begitu. Aku jelaskan kalo dari toples ke gelas, air bakal tumpah kan gelasnya lebih kecil. Lalu dari gelas balik lagi ke toples. Dilihatnya airnya ga tumpah malah lowong. “Kosong ya vind ?” tanyaku.

“Airnya udah dikit” kata Arvind.

Hari itu Arvind belajar tentang volume air. Lalu dia bolak balik memindahkan air dari gelas ke mangkuk, dari mangkuk ke toples, dari toples balik lagi ke ember. Terus di puter begitu. Dan setiap airnya tumpah, dia akan teriak “yaaaahh tumpaahhh..”

 
Leave a comment

Posted by on 14 May 2014 in Cerita Arvind

 

Tags: , ,

Image

Teethernya arvind

Theethernya arvind

Sejak umur 5 bulan, Arvind sudah sangat kepengen makan. Kalo ada orang makan dia suka ikut ngunyah. Kadang piring ikut di saut. Tapi karena MPASI baru bisa di berikan setelah 6 bulan, aku ga kasi dia apa-apa. Kadang Arvind suka gigit-gigit tangan. Katanya sih mo tumbuh gigi kalo gitu ya? Sekarang setelah bisa makan, keinginannya untuk ngunyah makin menjadi. Ga hanya tangannya yang digigitin, baju, plastic, meja strikaan, remot tipi, boneka, apa aja dia gigitin. Kalo tangannya di tarik, kepalanya yang maju, muka mamanya mau di telan. Aku memberinya teether, daripada dia gigit-gigit sembarangan. Katanya juga bisa untuk merangsang pertumbuhan gigi. Tapi ternyata teether hanya laku 1 jam. Setelah itu di senggol pun engga. Dia kembali gigitin ha pe ato remot. Aku kasih dia kentang rebus, klolodan, batuk-batuk. Untung bisa di tarik keluar kentangnya. Aku kasih buah peer, putul. Takut klolodan lagi, langsung ku tarik dari peredaran. Aku kasih wortel, wah di gigitin kayak gerogotin tulang. Senang sekali dia. Tapi itu pun hanya 2 hari. Setelah itu ga laku lagi. Teether favoritnya adalah ha pe, kresek dan kertas. Dan aku sangat khawatir kalo dia makan kertas, mulutnya banyak remah-remah. Sampai saat ini belom ada gangguan pencernaan yang diakibatkan makan kertas. Tapi tetep aja, khawatir. Apalagi ha pe yang suka di makan catnya sudah banyak mengelupas.

 
Leave a comment

Posted by on 12 October 2012 in Cerita Arvind

 

Sakit Pertama

ImageNi Arvind di RS. Baru 2 hari di rumah, dah harus nginep lagi. Aku sebagai new mom, ga ngeh kalo dia sakit. Kirain emang bayi tidurnya ndableg. Ternyata kalo bayi susah di bangunin, itu tandanya sakitnya dah berat ya. Nyusu baru sebentar dah tidur lagi. Susah banget di bangunin. Waktu di cek ke rumah sakit, ternyata lekositnya dah 30 ribu. Hiks. Ternyata infeksinya sudah berat. Aku merasa bodoh dan bersalah.

Avind langsung di masukin ke inkubator, dipasangin oksigen di hidung dan kepala. Mulutnya juga di masukin selang. Ngenes banget waktu liat tangannya dipasangin infus. Jadi ibu ternyata bisa secengeng ini ya.

 
Leave a comment

Posted by on 5 October 2012 in Cerita Arvind

 
Image

my newborn baby

my newborn baby

Namanya Arvind Ahmad Alvaro.Lahir di RSIA Buah Hati Ciputat, tangsel hari kamis 27 oktober 2011 jam 21.07 atau tanggal 29 Dzul Qo’dah 1432 H. BB 2,6 kg PJ 46 cm. Lahir normal. Dr yang bantu melahirkan Dr. Rican Bongguk, Sp.OG.Dr. Rican orangnya gede tinggi tapi kalo ngomong lembut banget. Orangnya ramah dan sangat pro dengan lahiran normal. Waktu membantu kelahiran Arvind, ngebimbingnya kayak ngomong sama anak tk. “Ayo ngeden bu… pinter… ayo ngeden lagi… pinter…”

 
Leave a comment

Posted by on 4 October 2012 in Cerita Arvind

 

Baby Smash

Image

Nemu software lucu. Baby Smash. Cocok banget buat Arvind yang suka ngegebukin laptop. Jadi kalo tombol keyboard di pencet, akan keluar huruf-hurufnya dengan suaranya. Sekalian bisa buat belajar abcd. Bisa juga di set dengan suara ketawa bayi. Program ini full screen dan hanya bisa exit dengan alt + f4. Jadi kalo keyboardnya lagi digebukin, ato mouse lagi digigitin, data-data tetep aman, ga ada yang ter-delete ato pindah ke mana tau. Arvind jadi makin seneng ngegebukin laptop.

 
Leave a comment

Posted by on 4 July 2012 in Cerita Arvind

 

Tags:

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.