Xa BloG

Dua Ratus Juta

Posted by: C` Mel on: 13 April 2008

Perempuan itu muncul di depanku. Kulit putih mulus, rahang tirus dan bibir tipis, wajah orang kota sekarang. Mulutnya menebarkan ocehan yang menarik hati. “Dua ratus juta, mbak” katanya berapi – api. Matanya membelalak menunjukan keseriusan dan tangannya bergaya seperti orang Jepang mau di foto. “Cuma ketik REG bla bla bla dan kirim jawaban ke sekian sekian sekian sekian.”katanya lagi.
“Memang apa pertanyaannya?” aku pun bertanya.
Si mbak itu kemudian menunjuk rangkaian kata yang ada di sebelahnya. Jenis Olahraga. Begitulah pertanyaannya. Kemudian mbaknya menyebutkan sebuah kata acak – acakan yang merupakan jawabannya.
“Ini sih kelewat gampang” pikirku.
Si Mbak kemudian memberi petunjuk dengan menyebutkan nama mantan siswa Manchester United.  
“Halah.”
“Gampang kan Mbak ?”tanyanya padaku.

Hadiah sebesar itu dengan pertanyaan terlalu gampang untuk orang yang sudah akil baliq, kelihatannya cuma untuk pantes – pantes saja, seperti bujukan halus untuk membuang pulsa dengan ikhlas. Aku menatap si Mbak dengan curiga. Jangan – jangan dia mau mengambil pulsaku. Tawarannya lalu ku tolak mentah – mentah.

Ga lama kemudian seorang perempuan lain muncul. Yang ini berpakaian seperti mau kondangan. Gayanya seperti alumnus sekolah kepribadian putri. Jaim. Dan seperti perempuan tadi, mulutnya juga menebarkan ocehan yang menarik hati. ‘Dua ratus dua puluh sembilan juta’ dijembreng. Lebih banyak 29 juta dari yang tadi. Dan seperti tadi juga “Cukup dengan REG bla bla bla dan kirim jawaban ke sekian sekian sekian sekian.”
“Apa pertanyaannya?” aku kembali bertanya.
Alat komunikasi. Begitulah pertanyaanya. Si Mbak juga menyebutkan sebuah kata yang merupakan jawabannya dan kata itu juga acak-acakkan.
“Ini sih poteto potata sama yang tadi” pikirku.
Si mbak kemudian memberi petunjuk dengan pura-pura manjawab telepon.
“Mbaknya ga pinter akting”
“Duit segitu bisa buat beli macem – macem, mbak. Ga perlu kerja. Enak kan?” rayuannya maut.

Dua ratus juta dengan pertanyaan ga perlu mikir, di dapat tanpa harus keluar tenaga, cukup dengan olahraga jempol maka duit segepok akan segera di tangan. Lumayan bikin ngiler orang yang alergi miskin. Tapi aku tetap cuek. Seandainya pertanyaannya mutu sedikit, mungkin aku agak tertarik.

Selang berapa lama setelah mbak itu pergi, datanglah perempuan ini. Dengan gaya yang nyaris sama dengan mbak – mbak sebelumnya, mbak ini ternyata juga sales dua ratus juta. Dan seperti yang sudah ku kira “cuma ketik REG bla bla bla dan kirim jawaban ke sekian sekian sekian sekian”. Kemudian ditebarkannya impian – impian muluk ala dua ratus juta.
“Apa pertanyaannya ?” tanyaku mulai ilfil
Tidak setia di sebut. Begitulah pertanyaannya. Si Mbak menyebutkan sebuah kata yang tersusun acak dan hanya dua huruf pertama yang salah tempat.
“Petunjuknya kok sejelas ini ?”
“Saya kasih petunjuknya ya” katanya.
“Heh ? Masih perlu petunjuk lagi ?”
“Maia Achmad di tuduh punya pacar lagi.”
“Tobat”

Sepertinya Mbaknya salah tanya orang. Pertanyaan yang seperti cara Dora bertanya bagaimana menyebrangi kali padahal di depannya sudah ada jembatan dan anak panah yang kerlap kerlip menunjuk jembatan itu, harusnya di tanyakan ke anak es de. Terutama anak es de yang punya ha pe tentunya. Mereka pasti tertarik. Sekalian mengajari mereka kosa kata baru dan mengenalkan mereka pola pikir males praktis yaitu hasil maksimal dengan usaha minimal. Akhirnya tawarannya ku tolak juga.

Tags: , ,

3 Responses to "Dua Ratus Juta"

hahahaha, sebel mbak? saya juga sebel, lho. apalagi yang ketik reg spasi pacar-nya sarah sama rahma azhari…beuh…njijikin betul dah pokoknya…

iya nih.. sebel.. sama dua makhluk tu juga sebel..

He he … biza azzza … ngak usa sebel, biarin aja

Leave a Reply